MANOKWARI – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Barat Derek Ampnir menyebut sebuah program yang sangat penting untuk mengantisipasi gangguan bencana di setiap sekolah.
Program itu tak hanya saat situasi darurat atau pasca bencana, tetapi dinlai cukup penting juga saat aktifitas belajar-mengajar dalam situasi normal.
“Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) merupakan upaya pencegahan dan penanggulangan dampak bencana pada satuan pendidikan,” terangnya, Rabu (30/7/2025).
Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 33 Tahun 2019 tentang penyelenggaraan program SPAB, program ini dilakukan berjenjang dari tingkat PAUD hingga Menengah.
“Saya tegaskan sangat penting karena bertujuan meningkatkan sumber daya satuan pendidikan untuk mengurangi resiko bencana,” ujarnya lagi.
SPAB, juga diklaim merupakan program dari bagian yang bisa melindungi investasi satuan pendidikan agar tetap aman dari bencana.
Ampnir menerangkan, yang tak kalah penting adalah memberikan perlindungan dan keselamatan kepada peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan dari dampak bencana dan lainnya.
“Juga tak kalah penting, program ini masuk bagian pelajaran di sekolah. Tetapi apakah masuk dalam program dinas pendidikan setiap tahun atau tidak?,” tanya Ampnir.
Program SPAB yang dimaksud telah disampaikan kepada dinas pendidikan kabupaten dan propinsi, dengan harapan diterapkan secara berjenjang pada satuan tingkat pendidikan yang telah ditetapkan.
“Aturannya jelas, tinggal penjabarannya. Program ini penting agar dalam situasi bencana apa pun, kita tak harus panik,” pungkasnya.
(RED/NN)

