Pj Gub ABT Akui Kolaborasi Bersama BI Mampu Kendalikan Inflasi Papua Barat

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kiri) bersama Penjabat Gubernur Papua Barat Ali Baham Temongmere di Gedung PKK Manokwari, Kamis (18/1/2024). (Foto: RED)

MANOKWARI – Inflasi merupakan satu dari sekian arahan Presiden Joko Widodo untuk menjadi perhatian semua daerah, termasuk Papua Barat.

Penjabat Gubernur Papua Barat Ali Baham Temongmere mengklaim inflasi menurun berkat kolaborasi bersama Bank Indonesia Perwakilan Papua Barat.

“Upaya menekan inflasi bersama bank Indonesia. Hingga Desember lalu, inflasi kita berada di 2,4 persen yang artinya mendekati angka nasional,” ujar ABT saat Sertijab Kepala Kantor Perwakilan BI Papua Barat, Kamis (18/1/2024).

Kolaborasi itu juga bertujuan menjaga pertumbuhan ekonomi Papua Barat dengan memantau harga pasar juga stok bapok serta daya beli masyarakat.

“Salah satunya kolaborasi pasar murah dan juga gerakan nasional bangga buatan Indonesia (Gernas BBI) Papua Barat,” bebernya.

Sinergitas ini mengusung target inflasi di tahun 2024. Pj Gub ABT menyambut baik dan mendukung pergantian Kepala Perwakilan BI Papua Barat dari Rommy S. Tamawiwy kepada Setian.

“Pergantian kepala perwakilan tak menyurutkan semangat kolaborasi kita. Apalagi setiap hari kita wajib melaporkan inflasi kepada presiden,” singkatnya.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkap target inflasi 1,5-3,5 persen untuk tahun 2024. Ia yakin Papua Barat berada di level sesuai target nasional.

“Saya jewer telinga kepala perwakilan yang inflasi daerahnya melebihi angka 5,1 persen. Tapi saya yakin Papua Barat tidak demikian,” ujarnya.

Ia meminta kepala kantor perwakilan BI Papua Barat yang baru melanjutkan serta meningkatkan capaian kinerja yang sudah dicapai selama ini.

“Tantangan inflasi tahun ini cukup besar, salah satunya bagaimana memenuhi kebutuhan bapok daerah agar tidak tergantung dengan daerah lain,” kata dia lagi.

UMKM pun masuk bagian dari pesan Gubernur BI untuk Papua Barat, dengan bagaimana meningkatkan ekonomi kerakyatan berbasis lokal.

(REF/NN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *