Pj Gubernur : Otsus Beri Keleluasan Tapi Implementasinya Harus Tepat

Penjabat Gubernur Papua Barat Komjen Pol (Purn) Drs. Paulus Waterpauw, M.Si sebut Otsus beri keleluasan untuk OAP, tetapi implementasinya harus tepat. (Foto: ELS)

MANOKWARI – Penjabat Gubernur Papua Barat Komjen Pol (Purn) Drs. Paulus Waterpauw, M.Si meyakini banyak ruang untuk Orang Asli Papua (OAP) yang diakomodir Undang Undang Otonomi Khusus Nomor 2 Tahun 2021.

Ia menyebut salah satunya adalah pengangkatan Cartenz Malibela sebagai Wakil IV DPR Papua Barat, Jumat (14/10) di Manokwari.

“Kita bersyukur, Undang Undang Otsus memberi ruang yang khusus secara luas untuk orang asli Papua,” terangnya.

“Tinggal bagaimana peran kita untuk implementasikan itu, baik di provinsi dan kabupaten/kota,” ujarnya lagi.

Undang Undang Otsus sendiri ditandatangani 19 Juli lalu oleh Presiden Jokowi lewat rapat paripurna.

Waterpauw menilai kehadiran Otsus untuk Tanah Papua, harus berjalan baik dengan dukungan masyarakat terhadap pemerintah dan DPR serta semua pihak terkait.

Saat Rapat Kerja bupati/wali kota di Sorong nanti, akan dibahas beragam isu pembangunan strategis, termasuk mengumpul ide untuk kegiatan pembangunan yang dilandasi Undang Undang Otsus.

Selain Undang Undang Otsus, ada pula Peraturan Pemerintah Nomor 106 Tahun 2021 tentang kewenangan dan Kelembagaan Pelaksanaan Kebijakan Otonomi Khusus Provinsi Papua. Sementara Peraturan Pemerintah Nomor 107 Tahun 2021 tentang Penerimaan, Pengelolaan, Pengawasan, dan Rencana Induk Percepatan Pembangunan Dalam Rangka Pelaksanaan Otonomi Khusus Provinsi Papua.

“Semua saling berhubungan dan relevansi dalam pengaturan langkah perencanaan program yang berpihak pada rakyat tahun 2023 dan seterusnya,” singkat Waterpauw. (ELS/NN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *