Polisi Simpulkan IRT yang Tewas di Manokwari Bunuh Diri, Berikut Kronologinya

Kapolres Manokwari AKBP Parisian Herman Gultom S.Ik memimpin rilis kasus di Polsek Kota Manokwari, Rabu (23/2). (Thiaz/Nokennews)

MANOKWARI – Polisi menyimpulkan Ratna Hamid (41) tewas akibat bunuh diri di Pantai BLK Manokwari Senin (21/2). Sejumlah hasil pemeriksaan menjadi rujukan dari kesimpulan terhadap kematian ibu rumah tangga itu.

“Hasil VeR tidak ada tanda kekerasan, tetapi tanda seperti lidah terjulur, lebam, bekas tali di leher dan kaku di seluruh tubuh,” ujar Kapolres Manokwari AKBP Parasian Herman Gultom S.Ik dalam keterangan persnya Rabu (23/2) di Polsek Kota Manokwari.

“Dari tanda-tanda itu, patut diduga dan disimpulkan jika korban menghabisi nyawanya sendiri dengan cara gantung diri,” bebernya.

Sementara kedua anaknya PF (5) dan AS (3) yang juga ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di lokasi yang sama, diduga kuat ditenggelamkan ibunya sendiri.

Selain belum ada yang melihat (saksi), kesimpulan itu berdasarkan kronologi karena ketiganya (ibu dan dua anak) ke luar dari rumah bersama sebelum ditemukan meninggal dunia.

Pendalaman kasus ini pun dilakukan dengan mengambil keterangan dari 9 orang saksi.

Polisi juga mengungkap kronologi hasil pemeriksaan. Suaminya, Jefry Musa meninggalkan rumah Sabtu (19/2) setelah terlibat cekcok dengan korban. Kemudian pukul 02.00 Senin dini hari korban mengajak anaknya yang tua ikut ke pantai BLK tetapi ditolak.

Setelah itu ia meminta kunci motor di tetangga dan meninggalkan rumah. Sayangnya saksi tetangga tersebut tidak melihat korban saat beranjak pergi dari rumah.

Sekira pukul 07.00 WIT, ada saksi yang saat itu menggunakan perahu melihat korban sedang mondar-mandir di sekitar lokasi. Namun saksi itu kemudian mendengar kabar kasus gantung diri sekira pukul 09.30 WIT.

Sebelumnya korban dan suaminya sempat berkomunikasi lewat ponsel. Korban menanyakan suaminya untuk pulang atau tidak. Namun suaminya enggan pulang dan mempersilahkan korban membawa anak-anak ke Sowi.

Jawaban itu dibalas korban dengan ancaman akan membunuh anak-anak dan bunuh diri. Setelah itu ponsel korban tidak aktif.

Hasil percakapan itu berasal dari hp korban dan suaminya yang kini diamankan polisi sebagai barang bukti. Polisi juga mengamankan sepeda motor Yamaha Mio J PB 2123 L sebagai barang bukti. (red/nn)

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *