Lambert Jitmau Siap Bertarung, Jadi ‘Number One’ Golkar Papua Barat



Foto : Bakal Calon Ketua DPD Golkar Papua Barat, Lambert Jitmau, diiringi menuju sekretariat Golkar di Manokwari, Sabtu (29/2/2020).

MANOKWARI, Nokennews.com – Yel-yel LJ For G (Golkar) menang, mengiringi Lambert Jitmau, mengembalikan berkas ke sekretariat Golkar Papua Barat, Sabtu (29/2/2020) di Manokwari.

Pengembalian berkas ini dilakukan oleh bakal calon sebelum digelarnya Musda III Golkar Papua Barat, 4-5 Maret di Manokwari.

Lambert Jitmau menginginkan kader Golkar melihat keberhasilan individu dan figur tokoh sebagai syarat pimpinan Golkar di Papua Barat.

“Aset kader Golkar harus diperhitungkan. Kita harus mampu menjaga keutuhan partai. Setiap mata pasti melihat keberhasilan individu sebagai indikator,” jelasnya.

Menurut dia, sudah saatnya kejayaan Partai Golkar kembali dibuktikan saat menghadapi pertarungan Pilkada 2020, 2022 dan 2024.

Sebelum mengembalikan kejayaan itu, Lambert mengajak semua kader bergandengan tangan dan menatap ke depan dengan mengutamakan kepentingan partai.

“Saran saya, lupakan masa lalu dan kita bersama untuk menjadikan Golkar sebagai partai pemenang. Partai Golkar besar atau tidak, tergantung komitmen pemimpin itu sendiri,” bebernya.

Meski demikian ia mengaku tidak semudah membalikan telapak tangan untuk memimpin partai besar seperti Golkar. Namun Lambert yang juga Wali Kota Sorong ini yakin persatuan partai akan mampu membesarkan kembali Golkar seperti 10-15 tahun lalu.

Ia mengaku siap bersaing menuju kursi pimpinan Golkar Papua Barat. Sayangnya tak banyak penjabaran yang disampaikan tentang persiapan sebagai balon Ketua DPD Golkar Papua Barat.

“Sudah siap, masih off the record. Nanti saya sampaikan saat Musda. Begitu juga dengan dukungan, jika tiba waktunya, semua akan terbuka,” papar Lambert.

Wakil Ketua Steering Committe Musda III Golkar Papua Barat, Dominggus Buiney memastikan Lambert Jitmau dan Rudy M. Timisela sebagai dua bakal calon.

“Semua persyaratan yang diminta lengkap, hanya saat Musda nanti akan dilakukan verifikasi berkas sebelum ditetapkan sebagai calon,” terangnya.

“Setelah itu dilakukan pemilihan oleh pemegang hak suara yakni, 13 DPD kabupaten/kota, satu suara DPP dan yang lainnya. Minimal 19 Suara,” singkatnya. (ajm/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan