PSI Manokwari : Rekam Jejak HEBO Relevan dengan Aspirasi Kaum Muda



Foto : Ketua PSI Manokwari, Patrix Barumbun Tandirerung.

MANOKWARI, Nokennews.com – Seluruh potensi struktural, kader dan relawan Partai Solidaritas Indonesia di Manokwari, bergerak menangkan pasangan Hermus Indou – Edy Budoyo pada Pilkada Manokwari.

Dukungan ini diharapkan mendongkrak partisipasi politik kaum muda, khususnya millenial yang merupakan basis pendukung utama PSI.

Ketua PSI Manokwari, Patrix Barumbun Tandirerung mengatakan, selain berlatar birokrat, Hermus Indou merupakan tokoh Pemuda Papua Barat dan kader dengan baik di birokrasi, maupun organisasi kepemudaan.

Hermus teruji dan berpengalaman mengelola serta mengembangkan dunia kepemudaan saat menjabat Ketua KNPI Papua Barat.

“Hermus pasti tergerak mengakomodasi agenda pembangunan yang melibatkan dan merangkul komunitas kreatif dan kelompok profesi yang digawangi anak muda,” ujar Patrix melalui rilis tertulis, Rabu (2/9/2020).

Hermus juga diyakini relevan jika dikaitkan dengan aspirasi dan kebutuhan kaum muda dan millenial dan PSI yang berkomitmen mengawal agenda tersebut.

Saat ini sindikasi kader-kader PSI mulai bergerilya bersama para relawan dan kelompok-kelompok pendukung HEBO di Manokwari.

Patrix mengungkap munculnya kelompok-kelompok relawan jelang Pilkada sebagai hal positif dalam kerangka berdemokrasi.

Menurutnya terdapat kemungkinan seseorang saat Pileg lalu mendukung Parpol tertentu, namun berbeda arah politik pada Pilkada nanti. Di sisi ini, relawan menjadi kanal positif dalam menyalurkan aspirasi dan aksi politik.

Relawan pada bentuk yang kedua, sebut Patrix, merupakan medium pelibatan bagi warga yang sudah berafiliasi ke partai politik, tetapi belum mendapat peran struktural.

Termasuk dalam kerangka koalisi parpol yang pada tahap awal akan lebih banyak berhadapan dgn aspek administrasi politik (pencalonan).

“Kalau bicara substansi, apapun dan siapapun yang didukung, relawan adalah bagian yang strategis dalam proses konsolidasi dan pematangan demokrasi,” sebutnya.

“Jika ada adagium, tiada demokrasi tanpa partai politik, makan dalam proses demokratisasi adagium harus ditambah. Tiada demokrasi tanpa volunterisme (kerelawanan) politik,” tambahnya.

Patrix menampik pendapat yang mengecilkan bahkan memberi stigma (makna) relawan. Misalnya, seolah ditempatkan sebagai pihak yang sekadar meramaikan. Atau lebih buruk lagi, sebagai kelompok kepentingan yang temporer – terlebih karena dalam rezim Pilkada pengaturan2 khusus soal ini belum ada.

“Saya angkat topi, hormat, khusus buat relawan HEBO yang terus bergerak dengan militan, solid dan santun di lapangan,” sebutnya.

Secara khusus, Patrix mengapresiasi simpatisan, pendukung dan anggota (non struktural) PSI yang tetap selaras dengan sikap dan aspirasi politik PSI. (*)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan