PSU di Raja Ampat, Bawaslu Tunggu Hasil Supervisi KPU PB



Anggota Bawaslu Papua Barat Koordinator Divisi Hukum, Data dan Informasi, Muhammad Nazil Hilmi. (Istimewa)

MANOKWARI, NokenNews.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) provinsi Papua Barat, telah mengeluarkan 21 rekomendasi Pemilihan Suara Ulang (PSU). Namun satu rekomendasi diantaranya ditolak KPUD setempat.

Anggota Bawaslu Papua Barat Koordinator Divisi Hukum, Data dan Informasi, Muhammad Nazil Hilmi mengungkap penolakan PSU oleh KPU Raja Ampat.

“Dari kajian dan pengawasan di lapangan, terdapat sejumlah pelanggaran dan kami rekomendasikan PSU di 1 TPS Kampung Urbinasopen Distrik Waigeo Timur,” jelasnya di Manokwari, Selasa (15/12/2020).

Meski rekomendasi PSU yang dikeluarkan memenuhi unsur sesuai aturan, namun penolakan sesuai keputusan KPUD setempat tetap dihargai

Saat ini KPU Provinsi Papua Barat, sedang melakukan supervisi ke Raja Ampat. Pelaksanaan PSU di daerah itu tergantung hasil supervisi serta kajian bersama antara KPU Raja Ampat dan provinsi.

“Kami (Bawaslu) sudah menerima SK penolakan dari KPUD Raja Ampat. Tetapi kami tetap menunggu hasil dari KPU Provinsi,” bebernya.

Bawaslu Papua Barat, bisa menempuh beberapa proses meski rekomendasi PSU ditolak, seperti proses pidana, administrasi dan bisa juga pembuktian pada sidang di DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu).

Secara keseluruhan, 21 rekomendasi PSU (kecuali Raja Ampat) sudah berjalan, seperti di Sorong Selatan dan Teluk Wondama. Sedangkan PSU terbanyak di Manokwari, digelar Rabu (16/12/2020).

“Kami masih menunggu perkembangan untuk PSU di Raja Ampat,” singkatnya. (red/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan