Sekretariat Timsel Anggota KPU Papua Barat di Manokwari Dipalang



Sekretariat Timsel anggota KPU PB yang dipalang, Kamis (19/12/2019) di Manokwari.

MANOKWARI, Nokennews.com – Puluhan orang mengatasnamakan massa aksi Peduli Demokrasi Papua Barat, melakukan aksi pemalangan Kantor Tim Seleksi Calon Anggota KPU Provinsi Papua Barat di jalan Drs. Esau Sesa Manokwari.

Mereka memprotes hasil seleksi calon anggota KPU Papua Barat Periode 2020 – 2025.

Juru Bicara Massa peduli Demokrasi Papua Barat, Markus Kambuaya mendesak tim seleksi menggunakan sistem perangkingan dalam penetapan nama calon.

“Banyak anak-anak Papua yang ikut seleksi, tetapi tidak diakomodir. Apa artinya Otsus untuk negeri ini ?,” terangnya.

Menurutnya, sesuai Peraturan KPU Nomor 17, jika seleksi putaran pertama tidak memenuhi kuota, akan dilanjutkan dengan seleksi putaran kedua.

“Jika tidak memenuhi kuota lagi, maka tim seleksi membuat kebijakan. Harapan kami, kebijakan dengan menempatkan calon sesuai sistem perangkingan,” bebernya.

Foto : Sekretariat Timsel calon anggota KPU Papua Barat yang dipalang, Kamis (19/12/2019) di Manokwari.

Markus menilai hanya delapan nama yang ditetapkan dalam seleksi tertulis kemarin. Sementara masih ada beberapa beberapa tes lagi yang akan dilakukan.

Menurutnya Timsel harus menetapkan 10 nama berdasarkan rangking dan setelah dikirim ke KPU RI, lima diantaranya dilantik.

“Nah, lima nama sisa ini akan masuk ke dalam daftar tunggu. Kami minta tim seleksi memperhatikan hal ini,” tegasnya.

Dirinya menginginkan agar Tim Seleksi yang hadir sebagai mandataris KPU RI memperhatikan hal tersebut, termasuk memberikan peluang bagi calon Orang Asli Papua.

Palang kantor ini, ditegaskan tidak akan dibuka sebelum melihat kembali penetapan calon berdasarkan sistem rangking.

“Agar ada kepastian hukum dan kepastian keadilan bagi anak-anak Papua yang ikut seleksi,” singkatnya.

Pemprov Papua Barat diminta menyurati Presiden dan KPU RI, agar memperhatikan asas Otonomi Khusus dalam hal mengakomodir anak-anak Papua. (ajm/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan