Ternyata Cikal Bakal SMART Tak Terduga, Ini Kisahnya



Calon wakil bupati Manokwari, Rudy Timisela (kanan) bersama warga Biryosi Manokwari, Jumat (2/10/2010). (els/nn)

MANOKWARI, Nokennews.com – SMART, pasangan calon di Pilkada Manokwari 2020, Sius Dowansiba-Rudy Timisela, ternyata memiliki sejarah bersanding yang tak terduga.

Pertemuan awal SMART bukan di cafe, rumah makan atau tempat umum, tetapi di gereja. Saat merayakan ulang tahun di sebuah gereja di Manokwari, calon bupati Sius Dowansiba, turut mengundang cawabup Rudy Timisela.

“Saat ulang tahun Tanggal 28 Desember 2019, calon bupati Sius Dowansiba menggelar syukuran di gereja. Saya diundang waktu itu,” beber Rudy, Jumat (2/10/2020), saat bertemu warga Biryosi Manokwari.

Ia awalnya tak menduga jika saat itu lah akan diumumkan pasangan SMART menuju Pilkada serentak di Manokwari tahun 2020. Padahal, ia hanya menghadiri undangan seperti tamu lainnya.

“Saya kaget ketika saya juga ikut didoakan. Ini benar-benar di luar prediksi. Dalam hati saya sebenarnya cukup yang ulang tahun saja yang didoakan, tetapi kenapa saya ikut didoakan?,” tanyanya waktu itu.

Ternyata calon bupati Sius Dowansiba, menyampaikan keinginannya untuk berpasangan dengan Rudy Timisela di kancah pesta demokrasi Manokwari.

Tanpa berpikir panjang, Rudy menerima pinangan itu. Dan, kini keduanya bertekad menghadirkan program yang dirancang untuk merubah wajah Manokwari, dengan beragam ide yang menomorsatukan rakyat.

Setelah klop, pasangan SMART kemudian mulai berjuang untuk mendapat partai sebagai perahu menuju Pilkada Manokwari. Gayung pun bersambut setelah puasa selama 40 hari, Tuhan menjawab di hari ke-44.

“Puasa kami dijawab tepat tanggal 24 Agustus, rekomendasi partai Golkar akhirnya di tangan,” papar Rudy.

Baginya, SMART hadir bukan karena kemauan sendiri, tetapi berdasarkan perjalanan iman dan karunia dari Tuhan.

“Saya dan calon bupati Sius Dowansiba pernah menjadi anggota dewan dan banyak mengusulkan program pro rakyat. Ibarat sepak bola, kami gelandang, strikernya tidak mencetak gol,” kata Rudy lagi.

Striker yang dimaksud adalah pengambil kebijakan yakni pemimpin daerah, bupati dan wakil bupati. Bahkan Rudy sendiri mengaku pernah walk out dari sidang karena merasa usulan untuk mengakomodir pendidikan dan kesehatan gratis seakan diabaikan.

Dari kisah lama itu, saat ini SMART siap bertarung untuk menjadi striker (bupati dan wakil bupati) yang siap mengeksekusi program. Mereka berdua tak lagi berperan sebagai pengumpan atau penyuplai bola (anggota dewan) yang hanya mengusulkan program.

“Kesempatan kami untuk buktikan. Jika kehendak Tuhan dan dipilih rakyat, apa yang pernah kami usulkan sebagai anggota dewan, akan kami eksekusi,” tegasnya.

SMART telah mendaftar di KPU Manokwari dan mendapat nomor urut 1, dengan diusung partai Golkar, PAN dan Gerindra. Saat ini tahapan Pilkada Manokwari, masuk masa kampanye. Namun, pelaksanaanya mengikuti PKPU dan Maklumat Kapolri, tentang protokol kesehatan. (els/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan