RAPBD 2024 Papua Barat Diprediksi Rp 3 Triliun Lebih, Fokus 5 Program Prioritas

Penyerahan dokumen Rancangan APBD tahun 2024 dari Pj Gub Ali Baham kepada Ketua DPR Orgenes Wonggor, Senin (27/11/2023) malam di Manokwari. (Foto: ELS)

MANOKWARI – Penjabat Gubernur Papua Barat Ali Baham Temongmere menyampaikan besaran Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2024, Senin (27/11/2023).

Itu terungkap saat Paripurna pertama (I) masa sidang III tahun 2023 DPRD Papua Barat dengan rincian sebagai berikut :

A. Pendapatan Rp3.828.192.840.048 (3 triliun lebih) dengan rincian :

  1. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp532.315.579.108 (532 miliar lebih) terdiri atas :
    a. Pajak daerah Rp394.312.210.028 (3 ratus miliar lebih).
    b.Retribusi aset daerah Rp5.652.184.099 (5 miliar lebih).
    c. Pemisahan pengelolaan hasil kekayaan daerah Rp31461453512 (31 miliar lebih).
    d. Lain lain PAD yang sah Rp100.899.731.469 (100 miliar lebih).
  2. Pendapatan transfer dari pemerintah pusat Rp.3.294.203.609.940 (3 triliun lebih) terdiri dari :
    a. Dana perimbangan Rp2.450.3121787940 (2 triliun lebih).
    b. Dana Otonomi Khusus (Otsus) dan tambahan infrastruktur Rp843.890.822.000 (800 miliar lebih).
  3. Lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp1.673.651.000 (1 miliar lebih).

B. Belanja Rp4.586.649. 130.308 (4 triliun lebih) dengan rincian :
a. Belanja operasi Rp2.242.615.210.509 (2 triliun lebih) dibagi :

  • Belanja pegawai Rp809.824.177.256 (lebih  8 miliar).
  • Belanja barang dan jasa
    Rp905.992.774.537,00 (lebih 9 ratus miliar).
  • Belanja hibah Rp525.696.258.716,00 (lebih 500 miliar).
  • Belanja bantuan sosial Rp1.102.000.000,00 (lebih 1 miliar).
    b. Belanja modal Rp621.569.246.293 (621 miliar lebih) terdiri atas :
  • Belanja modal tanah Rp11.465.748.604 (11 miliar lebih).
  • Belanja modal peralatan dan mesin Rp41.378.612.219 (41 miliar lebih).
  • Belanja modal gedung dsn bangunan Rp94.447.120.940 (94 miliar lebih).
  • Belanja modal jalan, jaringan dan irigasi
    Rp474.277.764.530,00 (474 miliar lebih).
    c. Belanja tidak terduga Rp188.487.250.000,00 (188 miliar lebih).
    d. Belanja transfer Rp1.533.977.423.506,00 (1triliun lebih) terdiri dari :
  • Belanja bagi hasil Rp300,408.353.213,00 (300 miliar lebih).
  • Belanja bantuan keuangan Rp1.233.569.070,.293,00 (1 triliun lebih).

C. Pembiayaan Rp758.456.290.260,00, (758 miliar lebih) dengan uraian :
a. Penerimaan pembiayaan daerah Sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) tahun anggaran sebelumnya Rp758.456.290.260,00 (758 miliar lebih).
b. Pengeluaran pembiayaan daerah dengan penyertaan modal (investasi) pemerintah daerah Rp0,00 (0 rupiah).

Struktur APBD tak lepas dari Rencana Pembangunan Daerah (RPD) 2023-2026, termasuk 5 prioritas meningkatkan kualitas SDM, meningkatkan tata kelola pemerintahan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menekan kemiskinan Ekstrim, membangun konektifitas infrastruktur dasar.

“Dengan demikian postur APBD 2024 hari bermanfaat dan mampu mengatasi berbagai masalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Papua Barat,” terangnya.

“Lima prioritas itu menyatu dalam tema pertumbuhan ekonomi inklusif, berlanjut dengan dukungan SDM dengan mengusung pembangunan berkelanjutan dalam koridor Otsus,” singkat Pj Gub.

(ELS/NN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *