Semangat Transportasi Maju, Papua Barat Fokus Buka Infrastruktur Kawasan Terisolir

Penjabat Sekda Papua Barat, Jacob Fonataba

MANOKWARI – Pemerintah Provinsi Papua Barat fokus terhadap pembukaan kawasan yang masih terisolir dengan membangun infrastruktur jalan dan jembatan.

Ini dikatakan Pj Sekda Papua Barat, Jacob Fonataba usai memimpin upacara Hari Perhubungan Nasional di Provinsi Papua Barat, Senin (18/9/2023).

“Untuk transformasi dengan semangat transportasi maju, Provinsi Papua Barat masih fokus terhadap pembukaan kawasan terutama pada wilayah yang belum terjangkau,” ungkapnya.

Dengan semangat transportasi maju itu, Kata Pj Sekda, pemerintah Papua Barat menyikapi itu dengan membangunan infrastruktur mulai dari pembukaan kawasan, jalan maupun jembatan penghubung.

“Setiap tahun tetap dialokasikan anggaran untuk pembukaan ruas ruas jalan penghubung daerah yang belum terjamah. Tujunnya akhirnya supaya bisa menjangkau masyarakat, dan apa yang ada di daerah itu bisa kita ekspos sebagai potensi daerah,” tandasnya.

Catatan media ini, Penjabat Gubernur Papua Barat Komjen Pol (Purn) Paulus Waterpauw pada 4 Agustus 2023 baru saja meresmikan Jembatan Demaysi di kampung Demaysi, Distrik Miyambouw Kabupaten Pegunungan Arfak.

Jembatan sepanjang 30 meter itu menjadi akses utama yang menghubungan dua distrik di Kabupaten itu. Pembangunannya menelan anggaran 75 miliar.

Dinas PUPR Papua Barat, juga berencana menambah atap jembatan namun baru dikerjakan 2024 mendatang. Pekerjaan itu ditaksir membutuhkan tambahan 20 miliar.

Waterpauw menyebut kebutuhan akan anggaran untuk mendukung program pembangunan di Pegaf, akan dibahas bersama. Terpenting, jembatan tersebut menjadi sarana utama mobilisasi masyarakat setempat.

“Seperti ini yang sering saya sampaikan, Negara melalui pemerintah hadir untuk melayani kebutuhan masyarakat, seperti peresmian jembatan ini sekarang,” ujarnya.

Ia mengingatkan Dinas PUPR untuk ‘belanja masalah’ karena tidak hanya jembatan, tapi juga banyak jalan yang belum diaspal.

“Tak ada artinya meski kita punya program sampai di awan, tapi nyatanya rakyat kita terkendala transportasi karena jembatan atau jalan belu ada,” tandasnya saat itu.

(DTM/NN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *