Serahkan DIPA dan TKDD 2023, Waterpauw : Hati-hati, Akuntabel dan Transparan

Pj Gubenur Paulus Waterpauw menyerahkan DIPA dan TKDD secara simbolis di Gedung Keuangan Negara Kantor Wilayah Ditjen Bea Cukai Khusus Papua Kota Sorong, Jumat (2/12/2022). (Foto: ELS)

SORONG – Penjabat Gubernur Papua Barat Komjen Pol (Purn) Drs. Paulus Waterpauw, M.Si menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKD) Tahun 2023, Jumat (2/12/2022).

Sinergitas pemerintah daerah bersama semua instansi vertikal kementerian/lembaga, diyakini menjadi kunci sukses.

“Artinya tak boleh kerja sendiri-sendiri sesuai pesan Presiden saat menyerahkan DIPA dan TKD kemarin,” ujarnya di Gedung Keuangan Negara Kantor Wilayah Ditjen Bea Cukai Khusus Papua Kota Sorong.

“Manfaatnya untuk masyarakat, tetap hati-hati, transparan dan akuntabel sesuai ketentuan,” kata dia lagi.

Para bupati/wali kota diminta memantau inflasi daerah, mengingat tantangan disrupsi pasokan dan tensi geopolitik yang mendorong kenaikan harga komoditas pangan dan energi.

Penyerahan DIPA dan Daftar Alokasi TKD lebih awal, merupakan komitmen pemerintah untuk mendukung kelancaran dan percepatan pelaksanaan APBN 2023 dengan 5 bidang prioritas.

Pertama, bidang pendidikan untuk meningkatkan kualitas SDM, bidang kesehatan untuk peningkatan kesehatan, bidang perlindungan sosial untuk menekan kemiskinan, bidang infrastruktur dengan prioritas transformasi ekonomi dan bidang pangan untuk peningkatan akses serta kualitas pangan.

Fiskal Papua Barat tahun 2023 Rp.29,83 triliun, naik Rp.2,09 triliun dibanding tahun 2022. Kekuatan fiskal berasal dari 386 DIPA dengan total Pagu Rp.8,05 triliun, naik Rp.120 miliar atau 1,41% dibanding sebelumnya.

Rinciannya, Belanja Pegawai Rp.2,43 T, Belanja Barang Rp.3,13 T, Belanja Modal Rp.2,48 T dan Bantuan Sosial Rp.6,77 M. Penyerahan Alokasi Dana Transfer Ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2023 kepada seluruh Pimpinan Daerah lingkup Provinsi Papua Barat Rp.21,78 Triliun, naik Rp.1,97 triliun atau 9,96% dari TA 2022 sebesar Rp19,81 Triliun.

Alokasi TKD naik pada alokasi DBH Rp.2,08 Triliun atau sekitar 65,96%, dan DAU naik Rp.310 M atau 4,15%. Alokasi DAK Fisik dan Dana Otsus serta DID masing-masing turun Rp.197,20 M dan Rp278,79 M. (RLS)

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *