“Jangan Ngaku Kristen Kalau Hidup Jauh dari Injil”



 

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, bersama peserta Rapat Kerja ke-IV Gereja Kemah Injili Indonesia (GKII) Klasis Kepala Burung, Rabu (7/10/2020) di Warmare Manokwari.

MANOKWARI, Nokennews.com – Banyak kehidupan manusia saat ini tidak lagi taat dan tidak mengandalkan Firman Tuhan (Injil). Mirisnya, justru banyak pemandangan setiap hari seperti KDRT, kasus kejahatan hingga penganiayaan.

“Orang mengaku Kristen, tetapi hidupnya jauh dari Iman Kristen. Saya minta Gereja berperan membendung perilaku-perilaku negatif,” terang Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, saat Rapat Kerja ke-IV Gereja Kemah Injili Indonesia (GKII) Klasis Kepala Burung, Rabu (7/10/2020) di Warmare Manokwari.

Menurutnya, Injil sebagai landasan berkat di Tanah Papua. Injil juga melalui sebuah organisasi untuk menyelamatkan semua orang. Untuk itu, Injil Tuhan harus terus diwartakan.

Gereja merupakan rumah Tuhan, yang juga mengambil bagian dalam setiap proses pembangunan sebagai wujud pelaksanaan Tri panggilan Gereja, Bersaksi, Bersekutu dan Melayani.

Dikatakan, Gereja harus mengembangkan holistik serta kontekstual yang membawa kesejahteraan umat manusia. Tugas pembangunan tak hanya dilakukan pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama.

Ungkap gubernur, orang Kristen harus mengutamakan persekutuan. Gereja Kemah Injili Indonesia, diminta menata kembali segala hal demi memajukan Gereja Tuhan di Tanah Papua.

“Tugas mulia dan indah ini harus dikerjakan kita semua dalam keadaan apa pun. Kegiatan Raker ini kiranya dimanfaatkan sebaik mungkin,” pesan gubernur.

Hal ini dinilai sangat penting karena banyak umat Tuhan yang hidupnya tak lagi menjadi surat Kristus, terutama dalam iman. Saatnya Gereja berbicara dan menolong umatnya.

Dalam kesempatan yang sama, gubernur mengajak semua umat Tuhan, terutama peserta Rakor untuk menjalankan protokol kesehatan, di tengah pandemi COVID-19. (els/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan