Status Longsor Pegaf dari Darurat ke Transisi, BPBD Fokus Fisik dan Pemulihan

Foto: Kepala BPBD Papua Barat Derek Ampnir, S.Sos., MM. (ELS/NN)

MANOKWARI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Barat, intens memantau situasi pasca bencana longsor di kampung Mbenty Distrik Minyambouw, Kabupaten Pegunungan Arfak.

Kepala BPBD Papua Barat Derk Ampnir, S.Sos., MM memastikan status penanganan bencana mulai beralih tahap dari darurat ke transisi.

“Status itu sampai hari ini demikian. Kita fokus kondisi pasca bencana dan kebutuhan pokok,” ujarnya, Selasa (4/6)2024).

Penanganan pasca bencana juga harus memperhatikan pemenuhan kebutuhan pokok sandang dan pangan. Selain itu juga fokus untuk pemulihan fisik dan juga ekonomi.

“Hari ini kita bersama pak gubernur meninjau lokasi bencana, sekaligus menyerahkan bantuan di Pegaf,” akunya.

BPBD juga menyiagakan satu unit excavator yang dikirim ke lokasi pasca bencana. Itu juga merupakan jawaban atas permintaan masyarakat Pegaf.

Sebelumnya Ketua DPR Papua Barat Origenes Wonggor mengaku Pegaf merupakan salah satu daerah yang cukup berpotensi terjadinya bencana longsor.

“Sebaiknya alat berat disiagakan di Pegaf, Mansel dan daerah lain yang berpotensi longsor,” paparnya.

Diakui kondisi geografis dengan kemiringan yang tajam sangat berpotensi menimbulkan longsor. Wonggor mengingatkan masyarakat harus pandai-pandai memilah lokasi mana yang layak dan tidak layak untuk berkebun.

“Kalau mau berkebun harus lihat-lihat dulu, lahan mana yang tidak berpotensi gampang kena bencana,” pesannya.

(ELS/NN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *