Sudah Puluhan Penambang Emas Illegal Jadi Tumbal Kali Wariori

MANOKWARI — Sudah puluhan orang dilaporkan tewas dalam insiden kecelakaan perahu, terbaliknya eksavator maupun terseretnya penambang saat menyebrang kali Wariori. Mereka merupakan penambamg emas illegal yang melakukan aktivitas penambangan illegal di Kali Wasirawi, Distrik Masni.

Laporan data yang diterima media ini dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kabupaten Manokwari, setidaknya ada sebanyak 7 kali operasi kondisi membahayakan jiwa yang dilakukan jajarannya di Kali Wasirawi-Bendungan Wariori sejak 2021-2023.

Tercatat, operasi pada tahun 2021 yang dilakukan Basarnas Manokwari sebanyak tiga kali  yakni pada 24 Februari, 2 Mei 2021 dan  30 Juli. Tiga orang ditemukan dalam tita operasi itu dan dalam kondisi meninggal. Dalam laporannya, ketiganya hanyut terbawa arus kali saat menyebrang.

Kemudian, pada tahun 2022 Basarnaa melakukan dua kali operasi pada tanggal 21 November dan 22 November. Dua operasi itu berhasil ditemukan dua orang dalam kondisi meninggal.

Selanjutnya, pada tahun 2023 Basarnas melaksanakan dua kali operasi kondisi membahayakan jiwa. Pada 24 Februari 2023, terjadi kecelakaan eksavator yang saat itu turun dari lokasi penambangan. Dari total 6 orang, 2 orang ditemukan meninggal dunia, 3 orang selamat, dan 1 orang tidak ditemukan.

Foto terbaru bendungan wariori. Tampak aktifitas eksavator memuat bbm berisi solar yang siap menuju lokasi penambangan wasirawi.

Pada 26 Februari 2023, 6 orang pemambang dilaporkan terseret arus kali Wariori. Dari insiden itu, 2 orang selamat, 2 orang ditemukan meninggal dan 2 orang lagi dilaporkan hilang.

Sementara itu, catatan media ini, ada sejumlah insiden kecelakaan eksavator maupun longboat yang tidak dilaporkan keluarga korban ke pihak Basarnas.
seperti yang terjadi pada 28 Desember 2023.

Perahu yang memuat sebanyak 5 penambang di tambah motoris dan helper menabrak batu cadas dan terbalik. Insiden itu mengakibatkan dua penambang yang merupakan operator eksavator ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Isiden lainnya pun terjadi sejak tahun 2021-2022, namun sengaja tidak dilaporkan ke pihak terkait agar tidak semakin terungkap adanya aktivitas penambangan emas illegal. Seperti pada 13 April 2022. Truk bermuatan puluhan orang penambang emas illegal terbalik di daerah Minyambaou-Warmare. 18 orang dilaporkan  tewas dalam laka itu.

Kemudian, 20 Mei 2022, sekira pukul 20.00 WIT, 4 penambang menggunalan eksavator bergerak dari Bendungan Wariori menuju lokasi tambang Wasirawi. Dipertengahan jalan, eksavator dihantam arus dan terbalik. Satu orang ditemukan meniggal  dalam pencarian esok paginyan

Diketahui, Kali Wariori menjadi titik utama menuju lokasi penambangan selain menggunakan jasa udara (helikopter) maupun menggunakan jalur darat (eksavator) menyusuri sisi darat kali ke lokasi penambangan.

Arus deras yang cukup ekstrim ditambah bebatuan, kedangkalan yang tak bisa diprediksi serta air yang berwarna coklat membuat kali ini kerap memakan korban jiwa.

Catatan media ini, setiap insiden kecelakaan di ruas kali itu kerap berakhir dengan korban jiwa. Mereka (korban) rata rata adalah kelompok penambang emas ilegal baik yang turun dari lokasi penambangan maupun hendak naik ke lokasi penambangan

(DTM/NN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *