Anthon Worabay : “Pendapat Otsus Tak Dilanjutkan Itu Keliru”



Aliansi Masyarakat Papua Barat menggelar FGD membahas masa depan Tanah Papua, Rabu (10/2/2021) di Manokwari.

MANOKWARI, NokenNews.com – Ketua Aliansi Masyarakat Papua Barat, Anthon Worabay menilai pendapat untuk mengakhiri Otonomi Khusus (Otsus), merupakan sebuah kekeliruan. Menurutnya, keberlanjutan Otsus sangat tepat bagi masa depan generasi Papua.

Ini diungkapnya saat Forum Group Discussion (FGD) membahas masa depan Tanah Papua pasca Otsus berakhir 2021, Rabu (10/2/2021) di Manokwari.

Menurutnya, FGD ini bertujuan membahas kepentingan masa depan rakyat Papua, terutama generasi penerus agar tak terprovokasi isu menyesatkan.

Ia mengungkap budaya orang Indonesia bagian timur, terutama di Papua terdapat dua aspek yakni, itu budaya banyak bicara dan lemah. Artinya, berbicara tanpa melihat sesuatu yang baik.

“Generasi muda asli Papua, harus memperhatikan. Budaya biasanya dipengaruhi sikap, perilaku dan pendirian. Kami harus melihat budaya yang kuat untuk masa depan Papua,” terangnya.

Ia mengaku Aliansi Masyarakat Papua Barat, merupakan sekumpulan orang yang sangat peduli untuk masa depan Papua. Untuk itu, ia meminta generasi muda Papua tak ikut-ikutan berteriak untuk sesuatu yang belum pasti.

Ketua Harian Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua Barat, Frengky Umpain mengungkap ada pemahaman keliru tentang Otonomi Khusus bagi masyarakat.

“Ada pemahaman Otsus berakhir, padahal hanya beberapa pasal dalam Undang-undang Otsus yang direvisi. Sampai sekarang belum ada peraturan pengganti Otsus,” bebernya.

Ia berpendapat jika ingin membangun Papua, hindarilah pendekatan pilitik. Sebab, pendekatan politik hanya bicara tentang Papua jangka pendek.

“Bangun Papua untuk jangka waktu panjang, bangunlah dengan hati yang tentu mendatangkan kedamaian,” papar Frangky.

Ia mencontohkan tak ada Superman di tanah Papua, namun keyakinan Papua untuk terus maju dalam berbagai aspek pembangunan bisa dilalukan dengan Supertim.

“Biarlah budaya bangsa tinggal di dalam hati dan jiwa orang asli Papua. Budaya akan tinggal dalam pikiran dan sikap serta semangat juang untuk masa depan Papua yang lebih baik,” singkatnya. (rls/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan