Ilmuan 19 Negara Temukan 13 Ribu Spesies di Pulau Papua, Terbanyak di Dunia



Foto : Pulau Papua. Miliki 13 Ribu Spesies, terbanyak di dunia, hasil penelitian 99 ahli dari 19 negara.

MANOKWARI, Nokennews.com – Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Papua Barat, merilis hasil penelitian kolaborasi melibatkan 99 ahli dari 56 institusi di 19 negara.

Ini sekaligus menjadi awal Balitbangda dan Fakultas Kehutanan Universitas Papua, menyusun daftar seluruh jenis tumbuhan di Pulau Papua (New Guinea).

Kepala Balitbangda Papua Barat, Profesor Charlie D. Heatubun mengatakan hasil penelitian dituangkan dalam jurnal nature berjudul ‘Pulau Papua merupakan pulau yang memiliki flora terkaya di dunia’ atau New Guinea has the wWorld’s Richest Island Flora.

“Peneliti temukan 13.634 spesies
tumbuhan dari 1742 genus dan 264 famili. Ini memposisikan Pulau Papua memiliki keanekaragaman tumbuhan terkaya di dunia,” jelasnya melalui rilis tertulis, Rabu (5/8/2020).

Para ilmuan juga menemukan 68% spesies tumbuhan endemik di Pulau Papua, artinya lebih dari dua pertiga tidak ditemukan di tempat lain. Pulau Papua, juga satu-satunya di Asia Tenggara yang memiliki spesies endemik dari pada non-endemik.

Berdasarkan daratan yang lebih luas dan keragaman habitat, ilmuan mempercayai ada persimpangan antara Asia Tenggara, Australia dan Pasifik, serta memiliki salah satu sejarah tektonik yang paling kompleks di dunia.

“Pulau Papua telah menarik perhatian naturalis selama berabad-abad. Dari hutan bakau, hamparan luas hutan dataran rendah hingga padang rumput Alpine yang tidak tertandingi pada tempat lain di wilayah Asia-Pasifik,” papar Prof. Charlie

Dalam penelitian ini, para ahli Botani juga memverifikasi 23.000 nama spesies tumbuhan, lebih dari 704.000 spesimen dalam upaya kolaborasi besar.

Pulau Papua memiliki hampir tiga kali lipat dari jumlah spesies tumbuhan di Pulau Jawa (4.598 spesies) dan 1,4 kali jumlah spesies tumbuhan ber-pembuluh dari Filipina (9.432 spesies). Ini merupakan dua wilayah di Asia Tenggara yang telah mempublikasikan Flora-nya.

Disebutkan Anggrek menyumbang 20% dari flora di Papua New Guinea dan 17% dari wilayah Indonesia, sebanding dengan keanekaragaman hayati seperti Ecuador (20%), Colombia (15%) serta spesies pohon menyumbang 29% dari semua flora.

Para Ilmuwan berharap daftar yang telah terverifikasi untuk Pulau Papua ini, sangat berharga untuk perencanaan konservasi di masa depan. Di sisi lain, ancaman perubahan penggunaan lahan meningkat terhadap keanekaragaman hayati.

Sejak tahun 1970, sebanyak 2.812 spesies baru dipublikasi dari Pulau Papua. Para penulis memperkirakan dalam 50 tahun, akan ada 4.000 spesies yang ditambahkan ke dalam daftar ini.

Penelitian ini dilakukan berbagai institusi, Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Papua Barat, Fakultas Kehutanan Unipa,
Royal Botanic Gardens Kew, Natural History Museum, Royal Botanic Gardens Edinburgh, University of Technology Papua New Guinea dan lainnya. (els/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan