Ini Alasan Softball Papua Barat Mampu Gaet Medali di PON XX Papua



Pelatih Softball Papua Barat, Saflin Lambolo (baju putih) bersama atlet dan staf pelatih. (red/nn)

MANOKWARI, NokenNews.com – Cabang olahraga Softball Papua Barat, cukup yakin masuk empat besar dalam perhelatan PON XX di Jayapura Papua, Oktober 2021. Keyakinan itu dapat dilihat dari hasil kualifikasi Pra PON sebelumnya.

Pada Pra PON Jawa Barat tahun 2015, Softball putra Papua Barat, yang baru pertama tampil menuju PON berhasil menempati posisi 5 besar, sementara posisi 4 besar untuk tim putri.

“Saat itu persiapan singkat, hanya tiga minggu, tetapi tim putra dan putri Softball Papua Barat, mendapat hasil maksimal,” beber Pelatih Softball Papua Barat, Saflin Lambolo, Rabu (20/1/2021) di Manokwari.

Untuk kualifikasi Pra PON XX Papua, diberlakukan batasan umur (under 25) dan tim Softball putra Papua Barat, mengalahkan DKI Jakarta. Seperti diketahui, DKI jakarta merupakan salah satu pesaing terberat Softball di PON Papua nanti.

Tim putra Softball Papua Barat, sendiri baru turun di ajang PON Jawa Barat 2016, sementara tim Softball putri Papua Barat, sudah ikut ambil bagian sejak PON 2008 lalu.

“Kami punya 15 atlet putra dan 15 atlet putri. Dan, saya yakin kami bisa merebut medali di PON Papua nanti,” ujar Saflin.

TC Softball putra dan putri Papua Barat, berjalan sejak tahun 2020, tetapi terkendala COVID-19 sejak Maret. Namun, latihan tim Softball kembali berlanjut empat bulan terakhir, yakni persiapan umum, fisik, teknik dasar dan teknik lanjutan.

Menurutnya latihan rutin dijalankan setiap minggu hingga Desember 2020 lalu diganti menjadi latihan pagi untuk setiap atlet. Untuk tahun 2021 menunggu petunjuk lanjut KONI Papua Barat.

“Latihan untuk menjaga kondisi atlet. Bulan Januari dan Februari 2021 ada tes awak fisik dan tes vo2 max. Bulan Maret program TC terpusat. Kami siapkan segala sesuatu untuk atlet,” bebernya.

Meski demikian target medali di PON Papua, bukan tanpa kendala untuk tim Softball Papua Barat. Sarana latihan seperti lapangan masih menjadi masalah serius. Namun bukan berarti hal itu menghalangi latihan tim.

“Latihan awal di lapangan Amban, tetapi karena ada pekerjaan proyek, kita pindah latihan di lapangan Borarsi. Hanya saja lapangan itu juga dipakai tim Hockey, galanita dan lain-lain,” singkatnya.

Ia menilai lapangan bukan merupakan kendala berarti, karena tim tetap berlatih maksimal. Untuk peralatan, sambung Saflin, akan dibelanjakan KONI Papua Barat. (red/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan