Terjadi 400 Kali Pemalangan di Papua Barat, Kapolda : Merugikan, Dimanfaatkan Oknum

Kapolda Papua Barat Irjen Polisi Daniel Tahi Monang Silitonga. (Foto: RED)

MANOKWARI – Polda Papua Barat mencatat sekira terjadi 400 pemalangan dalam kurun waktu enam bulan, Januari hingga Juni 2023. Sementara hampir setiap hari terjadi pemalangan dalam skala kecil yang tidak terekspos.

Kapolda Papua Barat Irjen Polisi Daniel Tahi Monang Silitonga menegaskan pemalangan fasilitas umum baik jalan maupun kantor pemerintahan sangat menghambat aktivitas bersama.

Ia tak mau memberi ruang untuk hal seperti ini.

“Palang-memalang bukan budaya kita, justru merugikan masyarakat,” terangnya, Rabu (9/7/2023) di Manokwari.

“Ada beberapa pemalangan yang saya sendiri terpaksa turun tangan, selesaikan tanpa proses adat meski harus buka paksa saat itu,” terangnya lagi.

Aksi itu dimanfaatkan oknum tertentu untuk mendapat keuntungan. Makanya tak jarang polisi kerap kali mengamankan sejumlah oknum dari aksi pemalangan.

Irjen Daniel memastikan polisi tetap mengambil langkah tegas sesuai prosedur tetap (Protap) terhadap aksi pemalangan.

“Langkah pertama beri peringatan, jika tidak langkah tegas dengan membuka paksa pemalangan seperti yang kemarin di Maruni, Manokwari,” bebernya.

Ia juga mengaku anggotanya bahkan terkena anak panah akibat aksi

Komunikasi intens antara pemerintah, tokoh masyarakat dan tokoh agam diyakini mampu meredam aksi seperti itu.

“Saya dalam kunjungan ke mana-mana selalu menyampaikan hal ini kepada semua tokoh masyarakat, adat dan agama. Kita harus bersatu menjaga Papua Barat, terutama jelang Pemilu,” singkatnya.

(RED/NN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *