Ini Alternatif Relokasi Untuk Korban Kebakaran Borobudur Manokwari



Suasana di KLK, salah satu lokasi pengungsi kebakaran Borobudur Manokwari, Jumat (22/10/2021). (red/nn)

MANOKWARI – Pemerintah Kabupaten Manokwari, belum menentukan relokasi bagi korban kebakaran Borobudur, 30 September lalu. Meski demikian ada dua opsi yang disiapkan untuk menjawab hal itu.

Lokasi pertama di Susweni, Manokwari Utara dengan 83 kamar yang dibangun sebelumnya oleh pemkab Manokwari. Sedangkan lokasi kedua di Andai Manokwari Selatan, yang lahannya sudah disiapkan.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Setda Pemkab Manokwari, Wanto, S.Sos mengaku lokasi kebakaran Borobudur akan ditata ulang.

“Sesuai petunjuk pak bupati, lokasi kebakaran di Borobudur akan ditata kembali. Tidak untuk pemukiman penduduk lagi,” terangnya, Jumat (22/10/2021) di Gedung Wanita Manokwari, salah satu lokasi pengungsi.

Masa tanggap darurat pengungsi kebakaran Borobudur, juga diperpanjang. Tanggap darurat pertama berakhir 14 Oktober dan diperpanjang hingga 28 Oktober mendatang.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Setda Pemkab Manokwari, Wanto, S.Sos. (red/nn)

“Tanggap darurat kedua tinggal enam hari lagi. Ini menjadi pergumulan kita untuk bergerak cepat agar mereka dipindahkan segera,” papar mantan Kadistrik Warmare ini.

Gedung Wanita Sanggeng sendiri menjadi tempat pengungsian utama, selain di Taman Jokowi Anggrem, PPI Perikanan Sanggeng, Faskar Bumi Marina dan KLK Borobudur.

Sejauh ini tercatat 461 KK yang tersebar di sejumlah lokasi pengungsian. Pemkab Manokwari juga menyiapkan relawan dan tim kesehatan untuk seluruh tempat pengungsian.

“Setiap hari dilaporkan berapa yang sakit, misalnya ISPA atau Malaria dan langsung ditangani,” aku Wanto.

“Kemarin ada bayi yang dirujuk ke rumah sakit dan sudah sembuh,” singkatnya. (red/nn)

Author

admin

Tinggalkan Balasan