KNPB Mnukwar Tak Bertanggungjawab Jika Ada Pengibaran Bintang Fajar



Juru Bicara KNPB Mnukwar, Bocor Magai (kedua dari kiri) bersama simpatisan KNPB Wilayah Mnukwar. (Istimewa)

MANOKWARI, NokenNews.com – Komite Nasional Papua Barat (KNPB) wilayah Mnukwar, mengeluarkan pernyataan jelang hari perayaan manifesto kemerdekaan bangsa Papua ke-59 tahun, tepatnya Selasa 1 Desember 2020.

“Jika ada pihak yang dengan sengaja mengibarkan bendera Bintang Fajar, kami (KNPB) Mnukwar tidak bertanggungjawab,” tegas juru bicara KNPB Mnukwar, Bocor Magai, Senin (31/11/2020) di Manokwari.

Menurut dia, pengibaran dan penurunan bendera Bintang Fajar dilakukan secara terhormat, karena merupakan lambang sakral bangsa Papua.

Magai mengungkap bendera Bintang Fajar, bukan seperti layang-layang yang sekedar hanya dinaikan dan diturunkan. Bendera itu, lanjut dia berkibar sekali untuk selamanya dan ada saatnya.

Ia mengisahkan bendera Bintang Fajar pernah berkibar bersama bendera Belanda, 1 Desember 1961 di Holandia atau yang saat ini dikenal sebagai kota Jayapura.

Saat itu, kata Magai lagi pengibaran bendera Bintang Fajar di Holandia dilakukan para tokoh intelektual Papua bersama pemerintahan Belanda, setelah pembentukan Komite Nasional Papua (KNP) yang melahirkan dewan New Guineraad.

“Bangsa Papua dan Indonesia punya latar belakang sejarah berbeda dalam kemerdekaan. Secara de facto, Papua pernah mendeklarasikan kemerdekaan pada 1 Desember 1961,” singkatnya.

Saat itulah Magai menambahkan, embrio negara Papua telah terbentuk dan mempunyai bendera, lagu kebangsaan dan lambang negara. Dan sejarah manifesto ini tetap dikenang sebagai peristiwa penting bagi generasi Papua.

Khusus untuk peringatan 1 Desember 2020, tidak bersifat publik dengan berkumpulnya orang banyak tetapi lebih kepada doa oleh seluruh rakyat Papua. (pzk/nn)

Author

Redaksi Noken News

Advertisement

shadow

Tinggalkan Balasan