Masyarakat Mansinam ‘Curhat’ Saat Reses, Rumbruren Siap Perjuangkan Lewat MRP PB



Foto : Anggota Pokja Adat MRP PB, Anthon Rumbruren (kemeja merah) bersama masyarakat Pulau Mansinam.

MANOKWARI, Nokennews.com – Masyarakat di Pulau Mansinam, mempertanyakan realisasi pembayaran bagi pekerja situs yang sempat ramai diberitakan sejumlah media di Manokwari, Papua Barat.

Pasalnya, pembayaran yang awalnya berjalan lancar sejak 2016 hingga 2018, namun kini terhambat.

Ketua RT Mansinam, Yoshep Rumadas mengatakan masalah SK pekerja sebagai penyebab belum dibayarnya upah para pekerja.

Hal ini diungkap dalam agenda reses anggota Pokja Adat Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Barat, Anthon Rumbruren, SH.

Menurutnya dari 250 pekerja yang tercatat di pihak pengelola, 120 diantaranya merupakan pekerja awal disertai SK dari Pemprov Papua Barat.

Namun karena kebijakan alm. Marthen L Rumadas yang saat itu menjabat sebagai Sekda Papua Barat, maka jumlah pekerja situs bertambah130 orang.

“Yang sudah dibayar Januari hingga Juni lalu adalah mereka yang mendapat SK pertama, sementara pekerja dengan kebijakan SK tambahan belum dibayar sama sekali Tahun 2019,” bebernya, Sabtu (28/12/2019) siang.

Saat ini berbagai situs religi di Pulau Mansinam tak terawat dengan baik. Beberapa diantaranya terlihat dipenuhi rerumputan, seperti Patung Kristus Raja di puncak Pulau Mansinam, gedung Gereja baru dan Museum.

Masyarakat di pulau Mansinam juga sepakat jika pembersihan situs religi dihentikan sementara waktu hingga pembayaran terealisasi.

Sebelumnya mereka sempat memalang beberapa situs, karena beranggapan hak mereka tidak ditanggapi pihak pengelola. Masalah ini pun sudah masuk ranah hukum dalam bentuk laporan polisi.

“Kami sudah membuat laporan polisi dan semoga ada penyelesaian secepatnya,” harapnya.

Anggota Pokja Adat MRP Papua Barat, Anthon Rumbruren mengaku masalah ini menjadi perhatian penting dan harus segera diselesaikan pihak terkait.

Ia pun akan mengusulkan hal ini kepada pimpinan MRP Papua Barat, agar dibahas dalam pleno dan hasilnya disampaikan kepada Pemprov Papua Barat.

“Sebagai anak asli Doreri dan utusan Doreri di MRP Papua Barat, saya akan memfasilitasi masalah ini kepada pimpinan, termasuk mempertanyakan penyelesaiannya sudah sampai dimana kepada pihak kepolisian,” singkatnya.(pzk/nn)

 

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan