Warga Aurmios Keluhkan Akses Jalan, Philemon Mosyoi : Ada yang Melahirkan Dijalan, Anak Sekolah Kecelakaan

Warga Kampung Aurmios berupaya menutup jalan berlubang menggunakan material, bantuan dari salah satu caleg DPR RI.

MANOKWARI – Warga Kampung Aurmios, Muara Wariori dan dusun Warikon, Distrik Masni, mengeluhkan akses jalan menuju Kampung mereka sekira 8 KM yang dalam kondisi rusak parah.

Aparat Kampung Aurmios, Philemon Mosyoi mengaku aparat kampung telah mengusulkan perbaikan akses jalan ke Pemerintah Kabupaten Manokwari namun tidak pernah terjawab.

“Dari 2017, sampai saat ini, pemerintah tidak pernah merespon usulan kami. Padahal, kami bagian dari tim pemenangan sejak PADI hingga HEBO,” ujar Philemon saat di temui di balai kampung setempat, Senin (9/10/2023).

Kondisi itu membuat masyarakat terus mempertanyakan kinerja aparat kampung terkait akas jalan yang tak kunjung mendapat respon pemerintah. Bahkan, baru baru ini ada seorang ibu yang melahirkan ditengah jalan, termasuk anak sekolah yang mengalami kecelakaan dijalur itu.

“Akses dari kampung ke puskesmas harus melewati jalan itu. Akses ke Sekolah juga melewati jalur itu. Kondisi jalan menjadi hambatan, sehingga seorang ibu harus lahiran diperjalanan,” ungkapnya.

Tugu TMMD di Kampung Aurmios yang dibangun sejak 16 November 1999. Bukti salah satu kampung lama di Kabupaten Manokwari yang belum sepenuhnya tersentuh pembangunan. (Foto : DTM)

Baru Minggu kemarin Philemon bersama warganya mendapat respon seorang caleg DPR RI yang mau perlahan membantu dengan mengirim muatan material dan menghampar akses jalan.

“Kami harap pemerintah tak sekedar melihat yang didalam kota. Tolong lihat kami juga,” tandasnya.

Pantauan media ini, hampir sebagian besar jalan aspal menuju kampung dan dusun itu rusak paran dengan kondisi jalan yang penuh lubang. Akses jalan itu membelah perkebunan kelapa sawit dengan tampak aspal yang sudah lama dan belum pernah dilakukan pengaspalan baru ataupun perbaikan.

Kampung Aurmeos terindentifikasi sebagai lokasi kampung yang sudah lama karena pada kampung itu terdapat tugu AMD (Abri Masuk Desa) atau yang dikenal saat ini sebagai program Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD). Tugu itu dibangun tahun 1999.

(DTM/NN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *