MANOKWARI – Provinsi Papua Barat, belum lama ini menerima penghargaan BRIDA Optimal 2025 kategori Indikator Kajian yang Dimanfaatkan dari BRIDA Nasional, 27 September 2025 di Jakarta.
Papua Barat, satu dari empat daerah yang dinilai berhasil mengintegrasikan riset dan inovasi dalam kebijakan pembangunan berbasis ilmiah.
Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, mengatakan keberhasilan ini sebagai motivasi untuk terus berkarya dan bergerak maju.
“Jadi kebanggaan kita bersama, BRIDA, BAPPERIDA / BAPPELITBANGDA Kabupaten terus berperan menjembatani riset dan kebijakan, mendukung rumusan kebijakan berbasis data terutama bukti ilmiah,” demikian sambutan gubernur disampaikan Wagub Mohamad Lakotani, Kamis (20/11/2025).
Penyampaian ini sekaligus saat membuka Rakornis Riset dan Inovasi Daerah Papua Barat dan Diseminasi Smart BRIDA 2025.
Rakornis dengan tema: Akselarasi ekosistem riset dan inovasi melalui optimalisasi implementasi regulasi, kemitraan kolaborasi dan digitalisasi.
BRIDA Papua Barat (sebelumnya Balitbangda) dibentuk tahun 2017 berdasarkan Perda Nomor 7 tahun 2016, kemudian bertransformasi menjadi BRIDA melalui Perda Nomor 4 tahun 2022.
Lakotani menyebut kelembagaan BRIDA provinsi-kabupaten mempunyai tugas yang sama penting mendukung ekosistem riset. Selain itu menginisiasi inovasi daerah mencakup 7 kabupaten.
Berbagai aktivitas riset sebagai bentuk kontribusi sejak dibentuk, termasuk di dalamnya fasilitasi hak kekayaan intelektual (HaKi), fasilitasi dan pembinaan dalam mengukur indeks inovasi daerah (IID).
Kemudian, indeks saya saing daerah (IDSD), Deseminasi dan publikasi jurnal ilmiah Igya Ser Hanjop serta majalah Kasuari Inovasi dan juga pengembangan komoditas lokal unggulan daerah.
“Secara umum kontribusi riset dan inovasi di Papua Barat, mendukung kebijakan pembangunan berdaya saing dengan kolaborasi multi pihak termasuk mitra pembangunan,” terangnya lagi.
Meski demikian masih ada catatan penting, yakni kerja keras dan kerja cerdas untuk meningkatkan inovasi dan daya saing. BRIDA/ BAPPERIDA dituntut menjadi konseptor dalam hal rekomendasi kebijakan solutif berbasis bukti.
Disebutkan akselerasi untuk mewujudkan ekosistem riset dan inovasi lewat implementasi regulasi, membangun dan memperkuat kemitraan serta digitalisasi pelayanan.
“Smart BRIDA sebagai konsep solutif yang juga inisiasi kepala BRIDA Papua Barat, untuk menjawab kekosongan regulasi sekaligus menegaskan komitmen pendanaan serta menguatkan kolaborasi kemitraan digitalisasi berkelanjutan,” tutup Lakotani.
(NLM/NN)





