MANOKWARI – Perjuangan untuk menghadirkan Irian Jaya Barat (sekarang provinsi Papua Barat), memakan waktu lama juga tantangan besar.
Orgenes Ijie, satu dari sekian tokoh pemekaran Tim 315 mengisahkan banyak hal saat pembukaan Musyawarah Besar (Mubes) ke-V Pejuang Pemekaran Papua Barat, Rabu (10/12/2025).
“Tidak semudah membalikan telapak tangan untuk hadirkan Irian Jaya Barat (kala itu). Amat sangat melelahkan,” paparnya.
Orgenes mengaku tim 315 menghadapi beberapa pihak termasuk gerakan Papua Merdeka, pembela Otsus hingga pihak gereja.
“Selain itu, yang juga harus dihadapi dengan gigih adalah penguasa (provinsi induk) yang enggan membagi kekuasaannya,” paparnya.
Meski demikian perjuangan memberi hasil sesuai harapan saat Megawati Soekarnoputri (Presiden saat itu) menyetujui kehadiran provinsi Irian Jaya Barat lewat Inpres Nomor 1 Tahun 2003.
“IJB hadir sebagai provinsi pemekaran dari provinsi Papua, Februari 2003. Kami berjuang selama 3,8 tahun,” ujar dia lagi.
Sejarah lahirnya IJB termuat Undang Undang Nomor 45 tahun 1999, tanggal 4 Oktober, tentang pembentukan provinsi IJB, Irian Jaya Tengah, Kabupaten Mimika, Paniai, Puncak Jaya dan Kota Sorong.
Namun saat itu mendapat penolakan besar-besaran oleh warga Jayapura, Papua yang merupakan provinsi induk sehingga sempat ditangguhkan.
“Sekarang kita bangga dan terhormat menjadi pahlawan (pejuang) provinsi. Semua berkat kerjasama yang solid dan kolaborasi yang baik,” tambah Orgenes.
Tim Pemekaran 315 diharapkan beradaptasi, memaknai proses regenerasi untuk transisi kepemimpinan dari hasil Mubes. Itu juga sebagai bentuk dukungan untuk mewujudkan visi-misi pemprov Papua Barat.
Orgenes juga minta dukungan semua pihak agar tim pemekaran 315 tetap solid dan berkarya mendukung pembangunan.
“Satu pernyataan saya, jika kita sebagai pahlawan tidak dihargai, bagaimana dengan anak cucu kita nanti?,” ujarnya sembari diiringi tepuk tangan peserta.
(NLM/NN)





