MANOKWARI – Pertemuan tatap muka antara Wakapolda Papua Barat, Brigjen Pol Sulastiana, dan para ketua kerukunan keluarga serta kepala suku menjadi momentum penting dalam membangun kedekatan emosional dan kepercayaan antara kepolisian dan tokoh adat.
Tatap muka yang dikemas dalam suasana ramah tamah itu berlangsung di Hotel Billy Jaya, Manokwari, Kamis (22/1/2026) siang. Sebanyak 22 ketua kerukunan keluarga dan kepala suku hadir langsung untuk berdialog dan menyampaikan pandangan mereka kepada Wakapolda Papua Barat.
Pertemuan tersebut dipimpin Ketua Forum Kerukunan Keluarga Suku Nusantara Papua Barat, Petrus Makbon. Dialog berlangsung terbuka, dengan para kepala suku memanfaatkan kesempatan tatap muka untuk menyampaikan saran, masukan, serta pertanyaan terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
Brigjen Pol Sulastiana menilai pertemuan langsung ini mencerminkan kuatnya rasa kebersamaan di Papua Barat sebagai wilayah yang majemuk. Ia mengapresiasi kehadiran para kepala suku yang dinilainya sebagai simbol kekompakan dan rasa aman di tengah keberagaman.
“Pertemuan tatap muka ini menunjukkan bahwa Papua Barat adalah daerah yang heterogen, namun tetap rukun. Kehadiran para kepala suku hari ini menjadi bukti adanya rasa aman dan kebersamaan,” ujar Sulastiana.
Menurutnya, kerukunan keluarga dan suku memiliki peran strategis sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dan aparat keamanan. Karena itu, ia menegaskan pentingnya ruang tatap muka untuk memperkuat komunikasi dua arah.
“Mulai saat ini, kami boleh dilihat sebagai bagian dari keluarga besar. Kalau ada persoalan, mari kita duduk bersama dan mencari solusi. Semoga kebersamaan ini membawa kedamaian bagi masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Keluarga Suku Nusantara Papua Barat, Petrus Makbon, menyebut pertemuan tersebut sebagai ajang perkenalan dan penguatan relasi, mengingat Brigjen Pol Sulastiana baru bertugas di Papua Barat.
“Kalau ada pejabat baru masuk di wilayah ini dan memahami tugasnya, maka sudah seharusnya ia bertemu langsung dengan para orang tua dan pemimpin suku,” kata Petrus.
Ia mengungkapkan, dalam dialog tatap muka tersebut, para kepala suku telah menyampaikan berbagai pesan dan masukan sebagai bentuk dukungan terhadap tugas kepolisian dalam menjaga keamanan daerah.
Dengan jaringan kepala suku yang menjangkau hingga tingkat kabupaten, Petrus optimistis sinergi yang terbangun melalui pertemuan langsung ini akan semakin memperkuat stabilitas keamanan dan keharmonisan sosial di Papua Barat. (hrv)





