Nakes di Kaimana Mulai Jalani Imunisasi Hepatitis B

Tenaga Medis di Kaimana saat menjalani Vaksinasi Hepatitis B

KAIMANA – Tenaga Kesehatan (Nakes) di Kabupaten Kaimana mulai menjalani imunisasi/vaksinasi hepatitis B. Itu dilaksanalan setelah Dinkes setempat
melaunching imunisasi hepatitis B bagi Tenaga kesehatan dan tenaga medis di RSUD Kaimana, Jumat (22/12/2023)  kemarin.

“Tenaga medis dan tenaga kesehatan adalah garda terdepan pelayanan masyarakat. Mereka berisiko terpapar virus hepatitis B yang dapat mengancam kesehatan dan keselamatan,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kaimana, Jubair Rumakat, usai launching.

Kata dia, pencanangan Imunisasi hepatitis B merupakan instruksi  dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia kepada semua tenaga kesehatan.

“Pencanangan imunisasi ini merupakan upaya percepatan pencapaian tujuan eliminasi hepatitis B pada tahun 2030 mendatang,” terangnya.

Ditahap pertama kata Jubair, sebanyak 300 vaksin dikhususkan untuk tenaga kesehatan dan tenaga medis yang bersentuhan langsung dengan pasien. Pelaksanaannya dilakukan serentak di Provinsi Papua Barat.

“Untuk Kaimana, kami melaksanakan di dua titik, yaitu RSUD Kaimana dan Puskesmas Kaimana,” terangnya sembaei mengimbau para Nakes untuk ambil bagian dalam pelaksanaan imunisasi itu

Dikuti dari sumber data WHO,  Hepatitis B merupakan infeksi hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B. Infeksinya bisa akut (pendek dan berat) atau kronis (jangka panjang).

Hepatitis B dapat menyebabkan infeksi kronis dan menempatkan orang pada risiko tinggi kematian akibat sirosis dan kanker hati.

Penyakit ini dapat menyebar melalui kontak dengan cairan tubuh yang terinfeksi seperti darah, air liur, cairan vagina, dan air mani. Hepatitis B juga menyebar melalui luka tertusuk jarum suntik, tato, tindik, dan paparan darah dan cairan tubuh yang terinfeksi, seperti air liur dan cairan menstruasi, vagina, dan air mani. Bisa juga ditularkan dari ibu ke bayinya.

Virus hepatitis B dapat bertahan hidup di luar tubuh setidaknya selama 7 hari. Selama ini, virus masih dapat menyebabkan infeksi jika masuk ke dalam tubuh orang yang tidak terlindungi oleh vaksin. 

Masa inkubasi virus hepatitis B berkisar antara 30 hingga 180 hari. Virus ini dapat terdeteksi dalam waktu 30 hingga 60 hari setelah infeksi dan dapat bertahan serta berkembang menjadi hepatitis B kronis, terutama bila ditularkan pada masa bayi atau masa kanak-kanak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *