Kantor Bupati dan DPRD Maybrat Dipalang, Warga : “Jangan Bohongi Kami”

Kantor DPRD Maybrat dipalang sekelompok warga, buntut protes jelang pelantikan penjabat Bupati Maybrat. (IST)

MANOKWARI – Kantor Bupati Maybrat, dipalang sekelompok warga, Senin (22/8) sore. Hal yang sama juga terjadi di kantor DPRD setempat.

Pemalangan itu diduga kuat buntut dari rencana pelantikan Penjabat Bupati Maybrat, Selasa (23/8) di ibu kota provinsi Papua Barat, Manokwari.

Tokoh intelektual Maybrat Leonardus Kore yang dikonfirmasi via ponsel, menyebut aksi itu sebagai bentuk kekecewaan atas rencana pelantikan yang dimaksud.

“Informasi yang kami terima belum ada SK pelantikan, kemudian mau dipaksakan. Bukankah itu pembohongan terhadap kami,” akunya.

Suasana Kantor Bupati Maybrat, Senin (22/8) sore.

Menurut dia ada dua nama yang disodorkan ke Kemendagri melalui keputusan paripurna DPRD atas usulan masyarakat Maybrat, yakni Naomy Howay dan Ferdinandus Taa.

“Kami ingin kursi penjabat bupati diisi putra atau putri Maybrat yang tentu sudah siap dan juga memenuhi dari segi aturan,” tegasnya.

Selain Pemalangan dua kantor pemerintahan, mereka juga berencana menduduki Kmurkek ibu kota Maybrat, Selasa pagi dengan tujuan mendapat jawaban pasti terhadap dua calon yang diusulkan, salah satunya harus menduduki kursi Pj Bupati.

Pemprov Papua Barat sendiri memang merencanakan pelantikan 3 penjabat bupati, selain Maybrat juga Kabupaten Sorong dan Kota Sorong. (RLS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *