Kapolda Papua Barat ke Casis: Kalau Gagal Jangan Kecil Hati Lalu Palang Jalan

Foto: Kapolda Papua Barat Irjen Pol Jhonny Eddizon Isir, S.IK., M.T.C.P. (RLS/NN)

MANOKWARI – Kapolda Papua Barat Irjen Pol Jhonny Eddizon Isir, S.IK., M.T.C.P menyampaikan sederet pesan untuk 4.451 calon siswa (casis) Bintara Polri T.A 2024 Papua Barat Daya (PBD).

Salah satunya adalah pesan menjaga kondusifitas daerah yang artinya tidak melakukan tindakan melawan hukum jika tidak lolos seleksi.

“Kalau orang tua keberatan anaknya tidak lolos seleksi, jangan palang jalan. Jangan berani karena berdampak pada kesempatan. Kalau palang jalan, saya data dan tidak terima anak yang bersangkutan untuk tes di kemudian hari lagi,” ujarnya, Jumat (17/5/2024).

Casis yang gagal seleksi sebaiknya mengikuti konseling untuk mengetahui detail di mana letak kegagalannya.

“Yang anak-anak orang asli Papua, siapkan diri baik untuk tes akademik, rikkes 2, jasmani dan penelusuran mental kepribadian. Jangan anggap remeh,” terangnya.

Kebijakan 70 persen OAP dan 30 persen non OAP (nusantara), dengan kata lain hanya 1.000 dari 4.451 peserta yang diterima.

Tes akademik, lanjut Kapolda, berlangsung 20-25 Mei dilanjutkan dengan tes kesehatan tahap 2. Dalam arahannya, ia berulang kali mengingatkan casis agar menyiapkan diri dengan baik.

Ia mencontohkan pemetaan hasil tes psikologi dengan nilai 61 ke atas. Khusus untuk OAP 40-49 dinyatakan memenuhi syarat (MS), sedangkan di bawah 30 tidak memenuhi syarat (TMS).

“Dalam pemetaan 30-39 khusus anak yatim piatu itu lulus dan merupakan kebijakan saya, juga yang datang dari daerah jauh,” paparnya.

“Yang tidak memenuhi syarat (TMS), jangan berkecil hati, jadikan pengalaman, Jadi persiapkan lagi untuk tahun depan, kita masih menerima 1.000 kalau tidak ada perubahan,” singkatnya.

Arahan di Auditorium Aula Unimuda Sorong Aimas, juga diikuti casis Papua Barat di Gedung Arfak Convention Hall Mapolda Papua Barat (secara daring).

(RLS/NN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *