Niat Sita Eksavator Milik Penambang Emas Illegal, Satu Pemuda Ditikam, Dua Orang Menyusul Tinggal Raga

Polisi saat mengevakuasi jenazah pemuda yang tewas di bunuh kelompok penambang emas illegal.

MANOKWARI – Penganiayaan berat yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang terjadi di Distrik Masni, Jumat, (23/12/2023). Informasi yang diterima media ini, tiga orang suruhan pemilik hak ulyat masing masing DW, YW dan AD, yang hedak melakukan penyitaan terhadap eksavator milik penambang emas illegal mendapat perlawanan dari 5 orang penambang.

Perlawanan 5 penambang itu mengakibatkan DW, mengalami luka tusuk di perut sebelah kanan. Sedangkan YW dan AD saat itu belum diketahui kabarnya. Keduanya baru ditemukan dua hari pasca insiden penghadangan dan sudah dalam kondisi meninggal dunia.

“Mereka mau menyita eksavator karena penambangnya belum bayar hak ulayat, tapi dihadang dan jadi korban. Satu selamat dengan luka tikam, yang duanya ditemukan tewas,” ucap sumber media ini.

Pasca insiden itu, sejumlah warga melakukan pemalangan di Waramui. Meski begitu, pemalangan tak berlangsung lama setelah mendapat negosiasi dengan amarat keamanan.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Manokwari, AKP Raja Napitupulu yang dikonfirmasi media ini, Selasa (26/12/2023) malam tadi, membenarkan soal insiden penganiayaan dan pembunuhan di dataran Masni itu.

“Soal penikamam dan pembunuhan itu sudah kami tangani. Lima orang pelaku baik penikaman maupun pembunuhan telah kami amankan untuk proses hukum,” tandasnya.

(DTM/NN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *