Pj Gub ABT Sebut Rumah Kaki Seribu Usai Rakornas IKN

Foto: Rakor IKN diikuti seluruh gubernur, walikota dan bupati se-Indonesia, Kamis (14/3/2024). (IST/NN)

JAKARTA – Rumah Kaki Seribu atau rumah adat suku Arfak Papua Barat, disebut-sebut usai rapat koordinasi nasional Ibu kota Negara (IKN) di Jakarta, Kamis (14/3/2024).

Rapat diprakarsai Otorita Ibu Kota Nusantara Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan, dihadiri seluruh gubernur, walikota serta bupati dengan tujuan mengenalkan IKN menuju Indonesia 2045.

Penjabat Gubernur Papua Barat Ali Baham Temongmere mengatakan IKN mengusung pembangunan dengan konsep menjaga kelestarian alam. Secara bersamaan, ini sejalan dengan Papua Barat sebagai provinsi konservasi.

“Konsep ramah lingkungan dengan bagaimana menjaga sumber daya hayati. Papua Barat memiliki 70 persen hutan konservasi yang dijaga kelestariannya,” ujar ABT.

Ia berharap wajah Papua Barat dengan simbol budaya seperti rumah kaki seribu nantinya bisa tampil di IKN. Hal itu diyakini penting untuk menjaga persatuan dalam keberagaman.

“Dari aspek budaya kami tawarkan seperti itu untuk mengisi ruang budaya dari Papua Barat di sana. IKN sebagai ibu kota pemerintahan Negara yang tentu berhubungan dengan budaya,” paparnya.

Foto: Penjabat Gubernur Papua Barat Ali Baham Temongmere. (IST/NN)

IKN sebagai simbol identitas nasional, kota berkelanjutan di dunia sekaligus penggerak ekonomi masa depan. Selain itu memberi warna akan harapan masa depan bangsa seiring perkembangan teknologi.

“Ini hasil kerja Presiden Jokowi yang progresnya mencapai 50 persen. Semua stakeholder negara dan masyarakat harus mendukung,” singkat dia

(RLS/NN)

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *