Pj Gub Waterpauw Cek Petani Oransbari, Antisipasi Dampak Perang Rusia-Ukraina

Pj Gubernur Waterpauw di dampingi Pejabat TP PKK Papua Barat, Roma M P Waterpauw saat meninjau ladang sawah petani di Oransbari

MANSEL – Penjabat Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw turun langsung mengecek ketersediaan pangan di petani lokal yang ada di Distrik Oransbari, Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel), Kamis (24/8/2023) siang tadi.

Kunjungan yang didampingi Penjabat Ketua TP PKK Papua Barat, Roma M P Waterpauw itu untuk memastikan ketersediaan pangan ditengah berlangsungnya badai El Nino.

“Presiden pada 2021 sudah ingatkan bahwa 2023, kita akan hadapi kendala pasokan pangan terutama beras karena dampak kekeringan dari berlangsungnya badai El Nino yang menyebabkan kekeringan,” ujar Waterpauw.

Purn Jenderal Bintang Tiga itu menyebut, ketersediaan pangan juga harus terjaga ditengah peperangan Rusia-Ukraina.

“Ternyata, dua negara itu juga penghasil pangan. Setidaknya, jika negara berkonflik ini mengalami masalah dan kemudian membatasi ekspor termasuk ke negara kita, setidaknya pangan lokal kita terjaga,” terangnya.

Waterpauw lalu menyebut, badai El Nino menyebabkan kekeringan berkepanjangan juga dan menjadi salah satu faktor maju mundurnya pertanian di Papua Barat.

“Saya harap petani terus bersemangat menanam. Ini akan menjadi tanggungjawab bersama melalui dukungan pemerintah untuk melengkapi kekurangan yang ada di petani,” terangnya.

Dia menilai, gugusan potensi hamparan lahan ribuan hektar di Oransbari dapat meningkatkan produksi pertanian bagi kebutuhan pangan masyarakat.

“Kita akan support. Saya sering lewat sini dan katakan bahwa Oransbari adalah lahan empuk untuk kita tangani bersama. Tanaman padi maksudnya,” terangnya, lalu mengintruksikan Kadis PUPR Papua Barat untuk menindaklanjuti apa yang menjadi keluhan masyarakat petani.

“Adanya aktivitas bertani di wilayah Oransbari secara tidak langsung membuat kita tenang, paling tidak untuk masyarakat sekitar Ransiki juga Manokwari. Nanti bahas dengan kadis PUPR untuk kendala jaringan air dan OPD terkait tentang ketersediaan pupuk,” tambahnya.

(ELS/NN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *