Waterpauw Kembali Beberkan Proyek Strategis Nasional Untuk Manokwari

Komjen Pol (purn) Paulus Waterpauw saat Media Gathering bersama wartawan di Pantai Petrus Kafiar Manokwari, Papua Barat, Sabtu (17/6/2023). (Foto: RED)

MANOKWARI – Penjabat Gubernur Papua Barat Komjen Pol (purn) Paulus Waterpauw kembali mengungkap sejumlah mega proyek yang dirancang untuk merubah wajah kota Manokwari.

Sebagai ibu kota Provinsi Papua Barat, banyak yang akan berubah jika dilihat dari rancangan yang disiapkan dengan kolaborasi bersama pemerintah pusat.

Waterpauw menerangkan sejumlah proyek itu bersumber dari APBN lewat Kementerian PUPR.

“Kami mengajukan dan telah disetujui lima dari 6 rancangan, diantaranya Pasar Sanggeng, Bandara Rendani, Ruang Terbuka Umum Borarsi dan pelebaran jalan dsri hingga ke luar kota Manokwari,” ujarnya Sabtu (17/6/2023).

“Sampaikan untuk Basudara dorang, ini bukan rancangan saya atau rancangan bupati Manokwari. Ini demi kemajuan Manokwari yang harus jadi icon ibu kota Papua Barat,” sambungnya.

Menurut dia Pasar Sanggeng dibangun empat lantai dengan konstruksi baja, sementara ruang terbuka Borarsi disiapkan untuk segala macam iven termasuk keagamaan dan adat.

“Di Borarsi disiapkan tempat duduk juga tribun, acara nanti tidak lagi harus sewa kursi dan tenda. Menjadi tempat kreativitas anak muda,” bebernya.

Sementara perluasan area bandara Rendani Manokwari, juga dilengkapi jembatan untuk melancarkan arus kendaraan yang bermuara di daerah Wosi. Begitu juga dengan perluasan bahu jalan Drs. Esau Sesa hingga ke arah luar kota.

“Semuanya menggunakan anggaran APBN dengan catatan harus rampung di semester satu tahun 2024. Memang membutuhkan komitmen dan tekad yang kuat untuk menyelesaikan semuanya,” ucap Waterpauw.

Iya mengaku satu program yang tidak disetujui pemerintah pusat adalah rencana pembangunan jembatan Ampera dari Sanggeng ke Anggrem. Kedalaman laut Teluk Sawaibu menjadi salah satu kekhawatiran yang akan menghambat pekerjaan tersebut.

Mantan Kapolda Papua Barat pertama ini menyebut sudah banyak program APBN digelontorkan pusat ke daerah di Papua Barat, termasuk Fakfak, Teluk Wondama, Pegunungan Arfak, Manokwari Selatan dan Teluk Bintuni.

“Semuanya berjalan dengan baik dan dibiayai oleh negara. Saya harap nanti ada berapa hal lagi yg bisa kita kerjakan di tahun mendatang,” singkatnya.

(RED/NN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *