KNPB Nembukteb dan Motif Dibalik Serangkaian Aksi Kriminal di Fakfak

Kapolda Papua Barat bersama Dirkrimum saat menunjukan identitas DPO dalam serangkaian aksi di Distrik Kramamongga dan Fakfak Tengah. (Dok: Bid Humas Polda PB)

FAKFAK – Tim Gabungan Brimob, Ditkrimum Polda Papua Barat dan Polres Fakfak berhasil mengungkap kasus penyerangan, pembakaran dan penganiayaan yang terjadi dua hari sebelum pelaksanaan 17 Agustus 2023 di Distrik Kramamongga, Kabupaten Fakfak.

Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga mengatakan, kelompok KNPB Nembukteb tidak hanya terlibat dalam aksi penyerangan, pembakaran kantor distrik Kramamongga dan penganiayaan berujung tewasnya kepala distrik.

Kelompok itu juga terkait dengan insiden pembakaran gedung sekolah SD YPPK St. Lukas Mamur, pembakaran kantor Distrik Kramongmongga, pembakaran gedung sekolah SMP N 4 Kokas dan pembakaran Kantor Distrik Fakfak Tengah.

“Pengakuan dari para terduga pelaku yang telah kita tahan, bahwa seluruh rangkaian aksi itu dilakukan oleh kelompok yang sama,” bebernya.

Sebelumnya, Direktur Kriminal Khusus Polda Papua Barat, Kombes Polisi Novia Jaya memimpin pengungkapan kasus dengan menangkap dan menduduki gubuk yang digunakan KNPB Nembukteb sebagai markas.

Saat dikonfirmasi soal motif, Dirkrimum membenarkan bahwa motif penyerangan itu lantaran kelompok KNPB Nembukteb tidak setuju dengan perintah Kepala Distrik untuk mengadakan upacara Hut RI sehingga mereka melakukan serangkaian aksi kriminal tersebut.

“Ia, motifnya seperti itu,” terangnya.

Diketahui, pengejaran DPO masih terus dilakukan. Polres Fakfak juga sudah menyebar identitas pelaku di tempat umum. Sementara itu, Kapolda Papua Barat membangun komunikasi dengan para tokoh untuk menjamin setiuasi Kamtibmas tetap terjaga.

(RLS/NN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *