Masyarakat ‘Gruduk’ Kantor Dewan Adat Kaimana, Sampaikan Penolakan Status Adat Paulus Waterpauw

masa dari foru peduli masyarakat adat saat mendatangi Kantor Dewan Adat Kaimana.

KAIMANA – Masyarakat adat yang tergabung dalam Forum Peduli Masyarakat Adat Asli Kaimana melakukam longmarch dan menyeruduk Kantor Dewan Adat Kaimana, Selasa (28/11/2023) siang tadi. Mereka menggelar aksi demo damai mempertanyakan pengukuhan Paulus Watetpauw.

“Kami dari Forum Peduli Masyarakat Adat Asli Kaimana menolak dengan tegas atas dikukuhkannya Paulus Waterpauw sebagai kepala suku besar asli Kaimana dan kami meminta penjelasan Ketua Dewan Adat Kaimana, “Tegas, Korlap Aksi, Chandra Furima, setiba memimpin masa ke Kantor Dewan Adat Kaimana.

Selain soal pengukuhan, massa juga mempertanyakan soal SK Perpanjangan pengurus Dewan Adat Kaimana.

Menyikapi itu, Ketua Dewan Adat Kaimana, Yohan Werfete yang menerima tatap muka dengan massa menegaskan bahwa Paulus Waterpauw bukan dikukuhan sebagai kepala suku melainkan dikukuhkan sebagai orang tua dan pelindung bagi seluruh masyarakat suku asli Kaimana.

“Jika aksi masa menolak pengukuhan tersebut, kita bisa alternatif lain sebagai penengah untuk mediasi Forum Peduli Masyarakat Adat Asli Kaimana dengan Dewan adat Kaimana. Sementara SK Kepengurusan Dewan Adat Kaimana, berkahir 9 Agustus 2022,” kata Yohan.

Setelah tatap muka, Ketua Dewan adat Kaimana menandatangani dan menerima 22 tuntutan yang diajukan forum dan kemudian akan ditindaklanjuti, satu persatu. Usai penandatangan, massa pendemo akhirnya membubarkan diri.

(REN/NN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *